UKM Nafilah dan Ikamaru UIN Walisongo Gelar Kegiatan Biah Arabiyyah di Panti Asuhan Safinatun Najah Mijen Semarang
Oleh: Muhammad Husain dan Siti Khoiriyah
Dok. ikamaruwalisongo
Dok. ikamaruwalisongo
SEMARANG, IKAMARUWALISONGO — Ikatan Keluarga Alumni Madrasah Raudlatul Ulum (IKAMARU) Komisariat UIN Walisongo Semarang bersama Unit Kegiatan Mahasiswa Nafilah UIN Walisongo Semarang sukses menyelenggarakan "Bi'ah Arabiyyah dan Ikamaru Mengajar " bertema “kalam munia menebar cinta”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 7 Maret 2026, bertempat di Panti Asuhan Safinatun Najah, Mijen,Semarang.(07/03/26).
Acara ini dirancang sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan berbahasa Arab yang interaktif bagi anak-anak panti asuhan. Melalui sinergi antara mahasiswa dan alumni, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan minat serta kecintaan generasi muda terhadap bahasa Arab, baik sebagai bahasa agama maupun bahasa internasional.
Acara ini tentunya tidak bisa telaksana dengan sendirinya, tentu ada pihak-pihak yang terkait di dalamnya. Pihak-pihak tersebutlah yang mendukung adanya acara bi’ah arabiyyah ini, baik mendukung dengan tenaga, pikiran, donasi, maupun doa, sebagai panitia dari acara ini kami sampaikan terima kasih.
Ketua Panitia Pelaksana, Siti Khoiriyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana penting untuk memperkuat hubungan antarinstitusi.
"Kami berharap kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi antara kedua organisasi dengan pihak panti asuhan. Selain bertujuan memberikan kebahagiaan kepada para santri, kami juga berharap program ini memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi seluruh pihak yang terlibat," ujarnya.
Dalam sambutannya, Ketua Umum UKM Nafilah, M. Khoeruz Zukhruf, menekankan pentingnya memuliakan dan menyayangi anak yatim. Ia mengutip sebuah hadis sahih untuk memotivasi para peserta dan pengurus:
أنا وكافل اليتيم كهاتين في الجنة
"Aku dan orang yang mengasuh anak yatim (kelak) di surga seperti dua ini," ujarnya sambil merapatkan jari telunjuk dan jari tengah (HR. Bukhari).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar transfer ilmu, melainkan juga wujud kepatuhan terhadap anjuran Rasulullah SAW untuk memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yatim.
Sementara itu, Ketua Umum Ikamaru UIN Walisongo, M. Syimal Nur Wafa, dalam sambutannya menjelaskan pentingnya kebersamaan dengan sesama.
"Kami hadir di sini bukan hanya untuk memberi, tetapi juga untuk belajar. Kami ingin belajar tentang ketegaran dan semangat dari adik-adik sekalian. Kehadiran kami adalah wujud kasih sayang bahwa kita semua adalah keluarga," tuturnya.
Pengurus Panti Asuhan Safinatun Najah, Ustadh Ihsan menyampaikan bahwa dengan adanya acara ini beliau sangat bersyukur karena selain dapat menambah silaturrahim, kegiatan ini juga bisa menjadi sarana sedekah untuk siapapun yang berkontribusi di dalamnya
Selama kegiatan berlangsung, para peserta memperoleh pendalaman materi dasar bahasa Arab yang dikemas dengan metode menyenangkan, mulai dari pengenalan kosakata (mufradat) harian hingga praktik percakapan sederhana. Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, menunjukkan bahwa pendekatan yang digunakan mampu meningkatkan literasi bahasa Arab di kalangan santri panti asuhan. Panitia juga menyiapkan sejumlah hadiah bagi anak-anak panti yang paling antusias dan mampu menjawab pertanyaan dari para mentor.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembelajaran bahasa Arab, tetapi juga mengajak anak-anak panti untuk berbuka puasa bersama panitia. Momen kebersamaan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kasih sayang dan memperkuat ikatan emosional antarsesama.
Pemilihan Panti Asuhan Safinatun Najah sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada sejumlah pertimbangan, termasuk jarak dan kesesuaian dengan tema acara. Diharapkan melalui kegiatan Biah Arabiyyah ini, para santri memiliki bekal kemampuan berbahasa Arab yang lebih baik serta motivasi yang kuat untuk terus mempelajari khazanah keislaman.
Acara berjalan dengan lancar, panitia-panitia menjalankan tugasnya seperti yang telah ditetapkan. Ada yang beberes, ada yang membersamai anak panti, dan ada juga yang fokus ke konsumsi dan keteraturan acara. Walaupun ada sekidit kendala hujan, namun semangat mereka semua patut diapresiasi.